PROMO CODE JUARAHEMAT, POTONGAN 50RB

Raih kesuksesan online Anda! Dapatkan diskon spesial di website kami, selama masih berlaku.

Tutorial Git Dasar- Git Init, Add, Commit, Push

Tutorial Git Dasar: Git Init, Add, Commit, Push

Pendahuluan

Git adalah salah satu version control system (VCS) paling populer yang digunakan oleh developer di seluruh dunia. Dengan Git, kamu bisa melacak perubahan kode, berkolaborasi dengan tim, dan mengatur workflow proyek dengan lebih rapi.

Dalam tutorial ini, kita akan membahas perintah Git dasar yang wajib dikuasai pemula: git init, git add, git commit, dan git push.

 

1. Git Init

git init digunakan untuk membuat repository Git baru di folder proyek.

git init

Setelah menjalankan perintah ini, folder .git akan otomatis dibuat. Folder ini berisi semua informasi tracking yang diperlukan Git.

 

2. Git Add

Setelah membuat repository, kita perlu menambahkan file ke staging area sebelum commit. Gunakan perintah:

git add nama_file

Jika ingin menambahkan semua file sekaligus:

git add .

 

3. Git Commit

git commit digunakan untuk menyimpan snapshot perubahan ke dalam repository.

git commit -m "Pesan commit pertama"

Pastikan selalu menuliskan pesan commit yang jelas agar mudah dipahami.

 

4. Git Push

git push digunakan untuk mengirim commit yang sudah dibuat ke remote repository (misalnya GitHub).

git push origin main

Biasanya digunakan setelah menghubungkan repository lokal dengan remote:

git remote add origin https://github.com/username/nama-repo.git

 

Kesimpulan

Perintah dasar Git (init, add, commit, dan push) adalah pondasi penting untuk memahami version control. Dengan menguasainya, kamu bisa lebih percaya diri mengelola proyek sendiri maupun bekerja dalam tim.

See also  Cara Membuat Database & User di phpMyAdmin
Scroll to Top